Peristiwa 2023: Pernyataan Gus Abbas Buntet Cikal Bakal Berdirinya PWILS (Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah)

Pada tahun 2023, Gus Abbas Buntet Serukan Perlindungan Sejarah Wali Songo dan Situs Ulama Nusantara. Hal ini kemudian tercata sebagai cikal bakal
Warta Batavia - Pada tahun 2023, Gus Abbas Buntet Serukan Perlindungan Sejarah Wali Songo dan Situs Ulama Nusantara. Hal ini kemudian tercata sebagai cikal bakal berdirinya Ormas Islam PWILS 9Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah).

Ketika itu, Pernyataan (kini) Ketua Umum PWILS (Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah) Pusat, DR KH Muhammad Abbas Billy Yachsi atau yang dikenal sebagai Gus Abbas Buntet, menjadi perhatian publik setelah video pidatonya beredar di media sosial. Dalam penyampaiannya, Gus Abbas menyoroti berbagai persoalan yang menurutnya berkaitan dengan pelestarian sejarah Wali Songo, situs-situs ulama Nusantara, hingga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.

Peristiwa 2023: Pernyataan Gus Abbas Buntet Cikal Bakal Berdirinya PWILS (Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah)


Pidato tersebut disampaikan bersama sejumlah tokoh yang disebut berasal dari trah keturunan Wali Songo dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah. Dalam keterangannya, Gus Abbas menyebut adanya kekhawatiran terkait pengaburan sejarah para wali dan pergeseran nilai-nilai yang selama ini berkembang di lingkungan Islam Nusantara.

Menyoroti Pengaburan Sejarah dan Situs Wali

Dalam pidatonya, Gus Abbas menyatakan bahwa masyarakat saat ini banyak menyaksikan berbagai informasi yang beredar melalui media sosial maupun ceramah keagamaan. Ia menilai terdapat ajaran dan doktrin yang menurutnya mulai menjauh dari ajaran yang diwariskan para ulama dan Wali Songo.

Ia juga menyinggung soal sejarah para wali di Indonesia yang disebut mulai dikaburkan. Selain itu, Gus Abbas menyampaikan kekhawatiran terhadap keberadaan situs-situs sejarah dan makam yang menurutnya mengalami pemalsuan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan sejarah bangsa Indonesia dan peran ulama dalam penyebaran Islam di Nusantara.

“Sejarah para wali dikaburkan, perannya juga dikaburkan. Bahkan sedikit lagi akan dihilangkan,” ujar Gus Abbas dalam pidatonya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu memperhatikan perkembangan tersebut agar sejarah para ulama dan wali tetap terjaga.

Soroti Kondisi Generasi Muda

Selain membahas sejarah, Gus Abbas juga menyoroti kondisi generasi muda yang dinilainya mulai kehilangan penghormatan kepada ulama dan tokoh agama Nusantara. Menurutnya, perubahan tersebut dipengaruhi oleh doktrin-doktrin tertentu yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa penghormatan kepada ulama Nusantara dan Wali Songo disebut mulai bergeser akibat pengaruh ajaran yang dianggap tidak sejalan dengan tradisi Islam Nusantara.

Ia menyampaikan bahwa nilai akhlakul karimah yang selama ini diwariskan para ulama perlu dijaga agar tidak hilang di kalangan generasi muda.

Pihaknya Menerima Ancaman dan Tekanan

Dalam pidato tersebut, Gus Abbas juga mengungkap adanya ancaman dan tekanan yang menurutnya diterima oleh sejumlah ulama dan kiai. Ancaman itu disebut berkaitan dengan upaya mempertahankan sejarah Wali Songo dan pelestarian situs-situs ulama.

Ia menyebut adanya intimidasi, persekusi, hingga ancaman melalui media sosial yang ditujukan kepada pihak-pihak yang berusaha menjaga sejarah para wali di Indonesia.

Menurut Gus Abbas, tantangan yang dihadapi bukan hanya bersifat materi, tetapi juga menyangkut keselamatan fisik dan ancaman terhadap individu tertentu.

“Karena ini sudah sangat merusak tatanan yang sudah dibangun oleh para leluhur kita,” kata dia.

Ajakan Menjaga Warisan Ulama Nusantara

Dalam pidatonya, Gus Abbas mengajak masyarakat untuk menjaga sejarah, jasa, dan warisan para ulama Nusantara. Ia menilai bahwa peran ulama dan Wali Songo memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Ia juga mengajak para keturunan dan pecinta Wali Songo untuk ikut bergerak dalam menjaga situs sejarah serta menjaga penghormatan kepada para ulama.

Menurutnya, jika sejarah para wali dihilangkan, maka identitas bangsa Indonesia juga dapat ikut tergerus.

Gus Abbas menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam penyebaran Islam yang dilakukan para wali dan ulama Nusantara. Karena itu, ia meminta agar sejarah tersebut tidak dipalsukan atau dihilangkan.

Menyinggung Isu Nasab dan Klaim Keturunan Rasulullah

Dalam pidatonya, Gus Abbas juga menyinggung adanya pihak-pihak yang disebut mengaku sebagai keturunan Rasulullah SAW. Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu berhati-hati terhadap oknum tertentu yang dinilai tidak menunjukkan akhlak sesuai ajaran Rasulullah.

Meski demikian, dalam keterangannya ia tidak menyebut nama individu maupun kelompok tertentu.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang banyak diperbincangkan publik di media sosial setelah video pidato tersebut beredar luas.

Rencana Pembentukan Laskar Sabilillah

Salah satu poin penting dalam pidato Gus Abbas adalah rencana pembentukan “Laskar Sabilillah” dan “Laskar Sembilan Waliullah” yang kemudian dalam proses selanjutnya menjadi PWILS (Perjuanan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah). Menurutnya, pembentukan laskar tersebut bertujuan menjaga sejarah, situs, dan ajaran yang berkaitan dengan Wali Songo.

Ia menjelaskan bahwa laskar tersebut nantinya akan dibagi ke dalam beberapa bidang.

1. Laskar Pendidikan dan Dakwah

Bidang pertama yang disebutkan adalah laskar pendidikan dan dakwah. Menurut Gus Abbas, kelompok ini akan fokus pada kajian ilmiah dan dakwah untuk menjaga ajaran para wali di Indonesia.

Ia menyebut salah satu fokusnya adalah menjaga ajaran tasawuf serta kajian nasab agar tidak terjadi penyimpangan menurut pandangannya.

2. Laskar Situs dan Sejarah

Bidang kedua adalah laskar situs dan sejarah. Gus Abbas mengatakan kelompok ini bertugas mencari informasi terkait situs sejarah, makam, dan peninggalan para wali.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk membedakan situs asli dan situs yang dianggap tidak autentik.

3. Laskar Keamanan

Bidang berikutnya adalah laskar keamanan. Dalam penjelasannya, Gus Abbas menyebut kelompok ini akan bertugas mengamankan pihak-pihak yang memperjuangkan pelestarian sejarah para wali.

Ia mengatakan pembentukan bidang keamanan dilakukan karena adanya ancaman fisik maupun tekanan melalui media sosial.

4. Laskar Media Sosial

Selain itu, Gus Abbas juga menyebut pentingnya pembentukan laskar media sosial. Ia mengatakan kelompok ini diperlukan untuk menjaga informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak dipengaruhi narasi yang dianggap tidak benar.

Menurutnya, media sosial saat ini memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik sehingga perlu dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai sejarah para wali dan ulama Nusantara.

Menjadi Perbincangan di Media Sosial

Pidato Gus Abbas Buntet tersebut waktu itu menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Potongan video dan transkrip pidatonya tersebar luas dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap sejarah Islam Nusantara, sementara sebagian lain menyoroti gaya penyampaiannya yang dinilai cukup tegas.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak lain yang disebut dalam pidato tersebut. Namun, pernyataan Gus Abbas terus menjadi bahan diskusi publik, terutama terkait isu sejarah Wali Songo, pelestarian situs ulama, dan perkembangan ajaran Islam di Indonesia.

Peran Wali Songo dalam Sejarah Islam Indonesia

Wali Songo dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa dan Nusantara. Mereka dianggap memiliki peran besar dalam mengembangkan dakwah Islam melalui pendekatan budaya, pendidikan, dan sosial masyarakat.

Nama Wali Songo sering dikaitkan dengan penyebaran nilai-nilai Islam moderat dan tradisi keagamaan yang berkembang di Indonesia hingga saat ini.

Karena itu, isu terkait pelestarian sejarah Wali Songo dan situs-situs peninggalannya kerap menjadi perhatian berbagai kalangan masyarakat.

Penutup

Melalui pidatonya, Gus Abbas Buntet menegaskan pentingnya menjaga sejarah para wali, ulama, dan perkembangan Islam Nusantara. Ia juga menyampaikan rencana pembentukan sejumlah laskar yang disebut akan fokus pada pendidikan, sejarah, keamanan, dan media sosial.

Pernyataan tersebut kini menjadi perhatian luas dan memicu diskusi di tengah masyarakat mengenai sejarah Wali Songo, pelestarian situs ulama, hingga dinamika ajaran Islam di Indonesia.

Kita bisa menyimak langsung videonya di YouTube:



LihatTutupKomentar